Resume SPKP: Sistem Aplikasi Berbasis Web untuk Manajemen Kesehatan Mental di Institusi Pendidikan Tinggi

 



   Pengembangan sistem profil kesejahteraan psikologis (SPKP) merupakan salah satu metode yang digunakan oleh pusat konseling UUM untuk menganalisis kondisi kesehatan psikologis klien dengan tujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan tes psikologis, terutama di kalangan mahasiswa dan staf selama pandemi Covid-19. Aplikasi berbasis web ini memungkinkan pengguna untuk melakukan registrasi, login, dan mengisi tes psikologi secara online, serta mengakses laporan hasil tes. Metodologi yang digunakan adalah Model Waterfall, dan pengumpulan persyaratan dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen.

   Menurut organisasi kesehatan dunia, lebih dari 800.000 orang bunuh dari setiap tahun (Goñi-Sarriés, A. Dll, 2018). Depresi memengaruhi satu dari setiap lima individu dengan penyakit arteri koroner atau gagal jantung (Cohen, BE, Edmondson, D., & Kronish, IM, 2015). Karena semua orang sama, satu satunya cara untuk membedakannya adalah dengan melakukan tes psikilogis. Namun, beberapa orang cenderung tidak ingin melakukan tes karena malu atau takut akan disebut sebagai seseorang yang memiliki masalah kesehatan mental (Topkaya, N, 2015). kenyataannya menerima bantuan psikologis akan mengurangi dampak buruk jangka panjang dari penyakit mental.

   Hasil masa depan dari revolusi teknologi kesehatan mental bergantung pada kepercayaan inovasi dan peningkatan jalur adopsi dengan menantang cara berpikir normal (Mohr, D. C. Dll, 2017). Munculnya perangkat digital seperti komputer, tablet, dan laptop telah menjelaskan cara yang lebih fleksibel dan mudah untuk melakukan tes psikologis. Metode ini tidak hanya lebih efesien dalam hal waktu tetapi juga ramah lingkungan yang artinya metode ini membantu menyelamatkan dunia dari penebangan pohon dan pemanasan global.

SPKP adalah aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna untuk melakukan registrasi, login, dan mengisi tes psikologi secara online, serta mengakses laporan hasil tes.

Fitur utama dari sistem ini meliputi:

  1. Halaman Login dan Registrasi: Pengguna harus mendaftar sebelum dapat masuk, dengan opsi untuk mengatur ulang kata sandi jika lupa.
  2. Pengisian Tes Psikologi: Pengguna dapat menjawab tiga pertanyaan tes psikologi dan mengedit jawaban sebelum mengirimkan.
  3. Laporan dan Hasil: Pengguna dapat melihat dan mencetak hasil laporan tes psikologi, sementara konselor memiliki akses untuk mencari dan melihat laporan klien.
  4. Desain Antarmuka: Antarmuka dirancang sederhana dan konsisten, dengan kolom berwarna untuk membedakan modul tes.
  5. Evaluasi Kegunaan: Dilakukan pada 30 responden untuk mendapatkan umpan balik tentang aplikasi.

   SPKP juga bagus dalam hal memungkinkan pengguna untuk melakukan tes psikologi beberapa kali. SPKP juga dapat membantu mahasiswa dan staf dalam menghemat uang dan waktu karena mereka tidak perlu lagi bepergian ke Pusat Konseling UUM hanya untuk melakukan tes psikologi. Selain itu, mereka dapat memperoleh hasil tes segera setelah selesai menjawab pertanyaan tes psikologi. Hal ini menunjukkan bahwa metode tes psikologi apa pun yang dilakukan secara daring atau berbasis komputer akan membantu dalam hal efisiensi, fleksibilitas, mobilitas, penghematan uang, dan penghematan waktu.

   Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Model Waterfall, yang mencakup tahap perencanaan, analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengumpulan persyaratan dilakukan melalui wawancara dengan konselor dan analisis dokumen, dengan fokus pada fitur aplikasi yang diinginkan (Alshamrani, A., & Bahattab, A., 2015).

   Menurut survei menunjukkan mayoritas mahasiswa merasa sistem ini bermanfaat dan mudah digunakan dibandingkan metode tradisional. Evaluasi kegunaan menunjukkan bahwa 86% responden puas dengan sistem, yang dinilai mudah digunakan dan efisien. Namun, terdapat keterbatasan seperti akses terbatas pada perangkat komputer. Selain itu, temuan penelitian mengungkapkan bahwa model berbasis komputer mengungguli manusia dalam tugas sosial-kognitif yang penting: penilaian kepribadian (Youyou, W., Kosinski, M., & Stillwell, D., 2015).

(Oleh Zayana Ramaita Az Zahra)

Komentar